Mengetahui Perbedaan Alami Skin Care dan Organik Skin Care

Mengetahui Perbedaan Alami Skin Care dan Organik Skin Care – Produk perawatan kulit telah menjadi salah satu keperluan pokok perempuan. Kecuali berperan untuk menyokong penampilan, produk skin care juga berkhasiat untuk menjaga kesehatan kulit. Seiring berkembangnya zaman, produk skin care yang tersedia di pasaran malah kian berjenis-jenis.

Kebanyakan dari kalian tentu juga telah mengetahui eksistensi alami skin care dan organik skin care. Tapi, tidak sedikit yang masih salah kira soal keduanya. Ya, masih ada beberapa orang yang mungkin menganggap alami skin care dan organik skin care adalah produk yang sama.

Faktanya, keduanya sebetulnya berbeda. Dermatologist Dr. Arini Astasari Widodo, SpKK juga menyajikan hal serupa dalam program Sister of Soul (SOS) kumparanWOMAN bertajuk Kupas Tuntas Popularitas Alami Skin Care.

Pada dasarnya alami dan organik itu berbeda. Semua yang organik telah pasti alami, akan namun yang alami belum tentu organik,” ujar Arini via sesi Instagram Live di Instagram kumparanWOMAN yang digelar pada Jumat (28/10).

Alami skin care sebetulnya adalah produk skin care yang terbuat dari bahan yang dapat didapat di alam, misalnya tanaman, buah-buahan, binatang, dan bakteri. Menurut Arini, jikalau sebuah perusahaan skin care mengeklaim alami, produknya harus mengandung 95 persen bahan alami.

Sementara itu, klaim organik skin care dalam sebuah produk harus dapat dipertanggungjawabkan dengan 75 persen bahan organik yang terkandung di dalamnya.

“Klaim dari organik skin care ini pengaruhnya lebih ke ramah lingkungan. Jadi produk organik skin care harus meminimalisir imbas terhadap lingkungan, binatang dan manusia.Misalnya, bahan organik tidak menggunakan pestisida dan campuran bahan kimia yang dapat merusak lingkungan,” Slot Gacor Terbaru terang Arini yang juga adalah anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Indonesia (Perdoski).

Dengan banyaknya kabar yang beredar di pasaran mengenai kandungan skin care, kian sulit pula masyarakat untuk membedakan produk skin care yang benar-benar organik dan alami.

Oleh karena itu, Arini memberi rekomendasi untuk mengecek lebih-lebih dahulu kandungan skin care pada kemasan.

“Klaim organik dan alami harus dipertanggungjawabkan terhadap lembaga yang dapat menetapkan dan menjamin keamanan produk hal yang demikian. Apabila di Amerika ada Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA), meskipun di Indonesia ada Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” terang Arini.

Leave a comment

Your email address will not be published.